Pengaruh atas Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Dampaknya terhadap Harga Sembako

Apandi Tondowatu

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Berdasarkan pengamatan lapangan dan kajian internal yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Pusat-Utara, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak dapat dilihat sebagai kebijakan ekonomi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari rangkaian kebijakan struktural yang memiliki implikasi multidimensi—ekonomi, sosial, hingga politik—terhadap masyarakat, khususnya dalam stabilitas harga sembako di Indonesia.

Dalam analisisnya, HMI menilai bahwa pemerintah cenderung menggunakan pendekatan market adjustment dalam menentukan harga BBM non-subsidi, yang secara teoritis memang tidak langsung menyasar kelompok masyarakat bawah. Namun, dalam praktiknya, struktur distribusi logistik nasional yang masih sangat bergantung pada biaya transportasi berbasis energi fosil menyebabkan adanya transmission effect yang bersifat laten. Efek ini muncul secara bertahap melalui kenaikan ongkos distribusi, yang kemudian diinternalisasi oleh pelaku usaha dalam bentuk penyesuaian harga barang kebutuhan pokok.

Lebih jauh, HMI mengidentifikasi adanya potensi asymmetric information di tingkat pasar. Ketika harga BBM non-subsidi naik, pelaku pasar cenderung merespons secara berlebihan (overreaction) dengan menaikkan harga sembako sebelum dampak riil benar-benar terjadi. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya pengawasan distribusi dan tidak meratanya informasi harga di tingkat konsumen. Akibatnya, masyarakat berhadapan dengan kenaikan harga yang tidak sepenuhnya rasional secara ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh ekspektasi dan spekulasi pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi politik ekonomi, HMI melihat kebijakan ini berada dalam dilema antara menjaga kredibilitas fiskal negara dan mempertahankan stabilitas sosial. Pemerintah berupaya menghindari beban subsidi yang membengkak, namun di sisi lain harus menghadapi risiko penurunan daya beli masyarakat yang dapat berimplikasi pada meningkatnya ketidakpuasan publik. Dalam konteks ini, kenaikan harga sembako meskipun tidak selalu signifikan memiliki efek psikologis yang kuat dalam membentuk opini publik terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga:  Danlanal Simeulue Hadiri dan Lepas Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H/2026 M di Kabupaten Simeulue

HMI juga menyoroti bahwa momentum kebijakan ini beririsan dengan dinamika politik nasional, di mana isu ekonomi kerakyatan menjadi komoditas strategis dalam kontestasi narasi. Kenaikan BBM non-subsidi berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai aktor politik untuk membangun legitimasi maupun delegitimasi, tergantung pada posisi dan kepentingan masing-masing. Dengan demikian, isu sembako tidak lagi sekadar persoalan distribusi barang, tetapi telah bergeser menjadi simbol kesejahteraan dan keadilan sosial.

Dalam rekomendasinya, HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara mendorong pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga melalui intervensi jangka pendek seperti operasi pasar, tetapi juga melakukan reformasi struktural dalam sistem distribusi pangan. Transparansi data harga, penguatan peran lembaga pengawas, serta optimalisasi subsidi yang tepat sasaran dinilai sebagai langkah penting untuk meminimalisir distorsi pasar.

Sebagai penutup, HMI menegaskan bahwa kenaikan BBM non-subsidi harus dipandang secara komprehensif. Tanpa pengelolaan kebijakan yang sensitif terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat, efek berantai terhadap harga sembako berpotensi menjadi pemicu instabilitas yang lebih luas tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam tatanan politik dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar Aturan Tambang ,Kementrian ESDM Bekukan dan Evaluasi RKAB PT. Akar Mas International
Polsek Metro Tanah Abang Kawal Pengamanan Zona 6 Laga Indonesia vs Oman di SUGBK
Cegah Copet dan Jambret, Polisi Turun Langsung Sapa Warga Menteng
Bhabinkamtibmas Menteng dan Security Hotel Mandarin Perkuat Sinergi Kamtibmas
Sambang Kantor Rotaryana, Bhabinkamtibmas Gondangdia Ingatkan Security Waspada Jambret dan Pencurian
Polwan Polda Metro Jaya Gelar Trauma Healing dan Baksos untuk Korban Kebakaran di Jakpus
Topindo Solusi Komunika Tbk Fokus Perkuat Ekosistem Digital Meski Pendapatan 2025 Tertekan
Apel Cipkon Menteng Perkuat Kesiapsiagaan Personel Jaga Keamanan Ibu Kota

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:21 WIB

Diduga Langgar Aturan Tambang ,Kementrian ESDM Bekukan dan Evaluasi RKAB PT. Akar Mas International

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01 WIB

Polsek Metro Tanah Abang Kawal Pengamanan Zona 6 Laga Indonesia vs Oman di SUGBK

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Cegah Copet dan Jambret, Polisi Turun Langsung Sapa Warga Menteng

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:52 WIB

Bhabinkamtibmas Menteng dan Security Hotel Mandarin Perkuat Sinergi Kamtibmas

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:41 WIB

Polwan Polda Metro Jaya Gelar Trauma Healing dan Baksos untuk Korban Kebakaran di Jakpus

Berita Terbaru