Teddy Oetomo Rayakan Lonjakan 578 Juta Ton Nickel SCM, Jumran: Itu Alarm Bahaya Bagi Sungai Dan Hutan

Apandi Tondowatu

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE – Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), Teddy Oetomo, menyampaikan kabar kenaikan signifikan cadangan nikel pada anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang mencapai 578,8 juta wet metric tonnes (wmt).

Kenaikan tersebut—yang disebut meningkat 48 persen secara tahunan—diklaim memperkuat fundamental perusahaan serta menopang keberlanjutan operasi jangka panjang.

Namun di Konawe, Sulawesi Tenggara, pernyataan itu justru dibaca berbeda oleh Masyarakat Adat Tolaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Divisi Advokasi Masyarakat Adat Tolaki melalui Jumran menyebut lonjakan cadangan tersebut sebagai peringatan serius terhadap kondisi ekologis di wilayah tambang.

“Bagi perusahaan itu kabar baik. Tapi bagi kami, itu alarm bahaya bagi sungai dan hutan. Setiap tambahan cadangan berarti potensi tambahan tekanan terhadap ruang hidup masyarakat,” tegas Jumran, Jumat (10/4/2026).

Dari Euforia Cadangan ke Kekhawatiran Ekologis

Dalam laporan media bisnis nasional tertanggal 6 April 2026, MBMA menyebut total cadangan bijih di SCM kini mencapai 578,8 juta wmt atau 358,2 juta dry metric tonnes (dmt), dengan kadar nikel 1,23 persen dan kandungan 4,4 juta ton nikel.

Baca Juga:  Menerima Kunjungan Kerja Sekretaris Dewan Kota Kendari ke Sekretariat Dewan Kabupaten Konawe Dalam Rangka Menjalin Keakraban Yang Baik dan Terus Mempebaharui Informasi Serta Pola Pelayanan.

Bagi manajemen, angka tersebut mencerminkan kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang.

Namun menurut Jumran, publik perlu memahami konsekuensi di balik angka itu.

“Kenaikan cadangan berarti perpanjangan umur tambang. Itu artinya aktivitas ekstraksi berpotensi berlangsung lebih lama dan lebih luas. Dampaknya tentu harus dihitung secara serius,” ujarnya.

Ia menilai indikator keberlanjutan tidak cukup hanya berbasis data geologi dan ekonomi, tetapi juga harus mencerminkan kondisi riil lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Sungai dan DAS Jadi Sorotan

Jumran menyoroti pentingnya transparansi terkait kondisi daerah aliran sungai (DAS), kualitas air, serta pengendalian sedimentasi di kawasan hulu, khususnya Sungai Lalindu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Distrik Kembru Jadi Korban Penembakan TPNPB-OPM, TNI Siaga Berikan Perlindungan dan Bantu Evakuasi
Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual
Danlanal Bengkulu Lepas CasisTNI AL Gelombang II 2026 Menuju Padang, Siap Tempuh Seleksi Lanjutan
Danlanal Sibolga Kukuhkan Kenaikan Pangkat 18 Personel Lanal Sibolga
BRI KC Jakarta Rasuna Said Kolaborasi Optimalkan Akusisi Produk Melalui Gala Premier Film “Pelangi di Mars” di Epicentrum XXI
Hester Smidt: Dominasi Sektor Informal Hambat Efektivitas Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)
Dari Kesalahpahaman ke Sinergi, SPPG Banjarsari dan MIO Garut Sepakat Perkuat Hubungan
Diseminasi Studi SKK Konstruksi Soroti Minimnya Tenaga Kerja Bersertifikat

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:25 WIB

Warga Distrik Kembru Jadi Korban Penembakan TPNPB-OPM, TNI Siaga Berikan Perlindungan dan Bantu Evakuasi

Rabu, 15 April 2026 - 12:58 WIB

Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual

Rabu, 15 April 2026 - 11:42 WIB

Danlanal Bengkulu Lepas CasisTNI AL Gelombang II 2026 Menuju Padang, Siap Tempuh Seleksi Lanjutan

Selasa, 14 April 2026 - 22:02 WIB

BRI KC Jakarta Rasuna Said Kolaborasi Optimalkan Akusisi Produk Melalui Gala Premier Film “Pelangi di Mars” di Epicentrum XXI

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

Hester Smidt: Dominasi Sektor Informal Hambat Efektivitas Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Berita Terbaru