Menurutnya, keberlangsungan beasiswa tersebut menjadi indikator kuat bahwa tidak ada tindakan yang menghambat atau merugikan mahasiswa dari pihak kampus.
Tim Hukum juga menilai pemberitaan terkait dugaan tekanan tersebut sebagai informasi yang tidak utuh dan cenderung menggiring opini publik.
“Kami melihat ada upaya membentuk persepsi seolah-olah terjadi tekanan, padahal faktanya tidak demikian. Ini berbahaya jika terus dibiarkan,” tegas Aminudin.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak berbasis fakta dapat berdampak hukum.
“Kami mengimbau semua pihak untuk berhati-hati. Menyampaikan informasi tanpa dasar yang jelas dapat berimplikasi hukum,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak kampus, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga hak seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.
“Kampus memastikan tidak ada tekanan dalam bentuk apa pun. Semua mahasiswa memiliki hak yang sama dalam menjalankan aktivitas akademik,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Tim Hukum menyatakan tengah mencermati perkembangan informasi yang beredar dan membuka kemungkinan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang merugikan.
“Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang terus menyebarkan informasi yang tidak benar. Semua akan kami kaji secara hukum,” tutupnya.
- Tim Hukum IAI Rawa Aopa Bantah Isu Tekanan, Tegaskan Proses Akademik Mahasiswi Tetap Berjalan - 19/04/2026
- Mahasiswa IAIN Kendari hanya menjadi penonton layar lebar dalam kasus Andrie yunus, Dimana Presma?? - 18/04/2026
- PB HAM SULTRA Desak Kementerian PUPR RI Copot Kepala BWS IV Kendari dan Satker OP Terkait Dugaan Korupsi Irigasi Konawe T.A 2025 - 17/04/2026
Halaman : 1 2





















