KONAWE – Program beasiswa yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Konawe bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu kini tengah menjadi sorotan. Program yang menjadi bukti tekad Yusran Akbar, ST dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Konawe tersebut dinilai “jalan di tempat” atau mandek di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Kritik Keras dari Aktivis Mahasiswa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lambannya realisasi program ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis. Ketua Himpunan Aktivis Muda Pengurus Besar Sulawesi Tenggara (HAM PB Sultra), Supril, menyayangkan adanya hambatan birokrasi di tingkat teknis yang justru menghambat visi besar Bupati.
“Kami sangat menyayangkan kinerja Kabag Kesra Kabupaten Konawe. Program yang luar biasa untuk peningkatan SDM ini malah mandek di meja Bagian Kesra. Kami mempertanyakan, apa sebenarnya yang dikerjakan oleh mereka?” ujar Supril kepada awak media.
Supril juga menyoroti ketidakjelasan regulasi terkait mekanisme pencairan dana beasiswa. Menurutnya, terdapat tumpang tindih instruksi yang membingungkan para mahasiswa pemohon, mahasiswa diarahkan untuk membuka rekening tabungan pribadi akan tetapi Anggaran beasiswa dikabarkan akan ditransfer langsung ke pihak kampus masing-masing sementara banyak mahasiswa yang sudah melunasi SPP/UKT secara mandiri karena batas waktu pembayaran di kampus telah lewat.
- Program Beasiswa Pemda Konawe Mandek, Kinerja Kabag Kesra Menuai Sorotan Tajam - 13/04/2026
- Pansus DPRD KONAWE Melakukan Evaluasi dan Pengujian Terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten Konawe Melalui LKPJ Tahun Anggaran 2025 - 11/04/2026
- DPRD Konawe Melakukan Rapat Paripurna Menerima LKPJ Bupati Konawe Tahun Anggaran 2025 - 11/04/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















