Hester Smidt: Dominasi Sektor Informal Hambat Efektivitas Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Dina Mariyana

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Tangerang – Tingkat sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia masih jauh dari ideal. Hal ini terungkap dalam pemaparan hasil studi nasional oleh Hester Smidt (Monitoring and Evaluation Specialist berbasis di Indonesia khususnya wilayah Yogyakarta) yang di gelar di Hotel Golden Tulip Essential Tangerang, Selasa (14/4/2026).

Hester menjelaskan, saat ini hanya sekitar 6 persen atau 555 ribu tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat dari total sekitar 9,5 juta pekerja.

“Angka ini bahkan bisa lebih rendah jika kita mengacu pada estimasi jumlah tenaga kerja konstruksi yang sebenarnya bisa mencapai puluhan juta orang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Studi yang dilakukan bersama PT Pelana dan didukung oleh Habitat for Humanity Indonesia ini bertujuan melihat bagaimana sistem SKK berjalan, mulai dari proses sertifikasi hingga implementasinya di lapangan. Selain itu, studi ini juga mengidentifikasi berbagai kesenjangan yang memengaruhi efektivitas sistem tersebut.

Menurut Hester, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 yang menggantikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999, sistem sertifikasi telah mengalami banyak perubahan.

“Regulasi ini sebenarnya sudah mengarah pada sistem yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan aspek keselamatan kerja dan daya saing tenaga kerja,” katanya.

Namun demikian, implementasinya dinilai belum optimal. Hester menegaskan masih terdapat kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja tersertifikasi.

“Secara nasional, kita memperkirakan ada kekurangan sekitar dua juta tenaga kerja konstruksi bersertifikat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah saja,” jelasnya.

Baca Juga:  Perkuat Pelayanan Publik, Kapolda Metro Jaya Resmikan Kantor Satpamobvit dan Polsek Babelan

Ia juga menyoroti kondisi di daerah, termasuk pembelajaran dari wilayah Yogyakarta, di mana kekurangan tenaga kerja tersertifikasi paling terasa pada jenjang dasar.

“Justru di level operator atau jenjang 1 sampai 3, yang paling dibutuhkan di lapangan, pertumbuhannya paling rendah,” ungkap Hester.

Selain itu, tingginya dominasi sektor informal menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sekitar 41,5 persen tenaga kerja konstruksi bekerja di sektor informal.

“Bahkan di sektor perumahan, angkanya bisa lebih tinggi karena sebagian besar pembangunan dilakukan secara mandiri tanpa sistem formal,” ujarnya.

Hester menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan sistem SKK belum sepenuhnya menjangkau segmen terbesar tenaga kerja konstruksi. Ia berharap hasil studi ini dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

“Kita perlu sistem yang lebih inklusif agar sertifikasi tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas dan keselamatan kerja di sektor konstruksi,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blackout Sumatera Rugikan Jutaan Warga, DPP AdNI Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Sari Yuliati Terpilih Aklamasi Pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031
Diduga Langgar Aturan Tambang ,Kementrian ESDM Bekukan dan Evaluasi RKAB PT. Akar Mas International
Polsek Metro Tanah Abang Kawal Pengamanan Zona 6 Laga Indonesia vs Oman di SUGBK
Cegah Copet dan Jambret, Polisi Turun Langsung Sapa Warga Menteng
Bhabinkamtibmas Menteng dan Security Hotel Mandarin Perkuat Sinergi Kamtibmas
Sambang Kantor Rotaryana, Bhabinkamtibmas Gondangdia Ingatkan Security Waspada Jambret dan Pencurian
Polwan Polda Metro Jaya Gelar Trauma Healing dan Baksos untuk Korban Kebakaran di Jakpus

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:10 WIB

Blackout Sumatera Rugikan Jutaan Warga, DPP AdNI Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:49 WIB

Sari Yuliati Terpilih Aklamasi Pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:21 WIB

Diduga Langgar Aturan Tambang ,Kementrian ESDM Bekukan dan Evaluasi RKAB PT. Akar Mas International

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Cegah Copet dan Jambret, Polisi Turun Langsung Sapa Warga Menteng

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:52 WIB

Bhabinkamtibmas Menteng dan Security Hotel Mandarin Perkuat Sinergi Kamtibmas

Berita Terbaru