Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

Ketergantungan impor energi membuat posisi tawar lemah, saatnya memperkuat ekonomi nasional berbasis rakyat dan produksi domestik.

Alam Massiri

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pendekatan yang dapat mempercepat hal ini adalah membangun sistem ekonomi berbasis komunitas melalui Snowball Business Model (SBM). Dalam model ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Pasar tidak lagi dicari keluar, tetapi dibangun dari dalam.

Jika model seperti ini dikembangkan secara luas melalui koperasi, desa, dan jaringan UMKM, maka arus ekonomi akan berputar di dalam negeri. Ketergantungan terhadap pasar dan pasokan luar akan berkurang, dan posisi Indonesia dalam percaturan global akan meningkat secara alami.

Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi “berapa harga minyak dunia hari ini”, tetapi “seberapa kuat sistem ekonomi kita menghadapi perubahan harga itu”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama kita masih bergantung, setiap krisis global akan terasa sebagai ancaman. Tetapi jika kita berdaulat, krisis global hanya akan menjadi ujian yang bisa dilewati.

Diplomasi tetap penting. Tetapi tanpa kekuatan dari dalam, diplomasi hanya menjadi upaya jangka pendek.

Saatnya Indonesia berhenti sekadar bertahan, dan mulai membangun kekuatan.

Bukan dari luar.
Tetapi dari dalam.


*) Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Alam Massiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Kebayoran Baru Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus Kolaborasi dengan FC Barcelona
Made Hiroki Tawarkan Mesin Pemusnah Sampah Tanpa Asap, Solusi Krisis Sampah Bali
Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam
Wujudkan Hulu Migas Berkelanjutan, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Borong Enam PROPER Hijau 2025
Mediasi Utang Piutang di Grobogan Buntu, Berpotensi Masuk Ranah Pidana
OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 08:54 WIB

Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

Kamis, 16 April 2026 - 07:03 WIB

BRI Cabang Kebayoran Baru Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus Kolaborasi dengan FC Barcelona

Minggu, 12 April 2026 - 15:57 WIB

Made Hiroki Tawarkan Mesin Pemusnah Sampah Tanpa Asap, Solusi Krisis Sampah Bali

Kamis, 9 April 2026 - 21:18 WIB

Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam

Rabu, 8 April 2026 - 18:44 WIB

Wujudkan Hulu Migas Berkelanjutan, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Borong Enam PROPER Hijau 2025

Berita Terbaru