MENGUATKAN ASA, MERAWAT MIMPI: PENDIDIKAN UNTUK SEMUA LAPISAN BANGSA

Apandi Tondowatu

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penajam Paser Utara, 01-05-2026

Oleh: Dr. Indrayani, M.Pd

Sekretaris Bepro Kalimantan Timur, Wakil Rektor Bidang SDM dan Keuangan, Praktisi Pendidikan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum Hari Pendidikan Nasional selalu menghadirkan ruang refleksi: sejauh mana pendidikan telah menjadi jembatan harapan bagi seluruh anak bangsa. Bagi saya, pendidikan bukan sekadar sistem formal yang berjalan dalam ruang kelas, melainkan kekuatan transformatif yang mampu mengubah arah kehidupan seseorang.

Sebagai seorang praktisi pendidikan yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang SDM dan Keuangan serta Sekretaris Bepro Kalimantan Timur, saya menyaksikan langsung bahwa pendidikan memiliki daya dorong yang luar biasa.

Ia mampu mengangkat seseorang dari keterbatasan menuju peluang, dari keraguan menuju keyakinan, dan dari mimpi sederhana menuju pencapaian besar.

Namun, realitas juga mengajarkan bahwa tidak semua anak bangsa memiliki akses dan kesempatan yang sama. Masih ada mereka yang harus berjuang lebih keras hanya untuk tetap berada dalam jalur pendidikan.

Di sinilah peran kita bersama menjadi sangat penting bagi negara, institusi pendidikan, dan masyarakat harus hadir sebagai penguat asa, bukan justru menjadi penghalang bagi tumbuhnya mimpi.

Kita perlu membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Pendidikan tidak boleh lagi dipandang sebagai hak eksklusif, tetapi sebagai hak dasar yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Setiap anak, dari latar belakang apa pun, berhak memiliki ruang untuk belajar, berkembang, dan bermimpi setinggi-tingginya.

Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bersinar. Prinsip “setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya” bukan sekadar ungkapan, tetapi menjadi pondasi dalam membangun optimisme generasi muda. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama diiringi dengan usaha, ketekunan, dan keyakinan.

Baca Juga:  Titip Motor di Polsek Setu, Warga Mengaku Lebih Tenang Tinggalkan Rumah Saat Mudik

Kepada generasi muda, jangan pernah ragu untuk bermimpi besar. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, melainkan tantangan untuk melangkah lebih kuat.

Pendidikan adalah kendaraan yang akan membawa kalian menuju masa depan yang lebih baik. Manfaatkan setiap kesempatan, sekecil apa pun, sebagai batu loncatan menuju tujuan yang lebih besar.

Sebagai bagian dari pengelola institusi pendidikan, saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berhenti berbenah. Kita harus memastikan bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan manusia-manusia tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika zaman.

Pada akhirnya, pendidikan adalah tentang harapan.Tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga api mimpi agar tetap menyala di tengah berbagai keterbatasan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memberikan ruang bagi setiap warganya untuk tumbuh dan berkembang melalui pendidikan.

Mari kita kuatkan asa, kita rawat mimpi, dan kita pastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi milik semua lapisan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:39 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:28 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Berita Terbaru