JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –
Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (6/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tekanan publik terhadap lambannya penanganan dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut KPK segera mengambil langkah tegas dan transparan terhadap sejumlah perkara yang dinilai telah lama menjadi perhatian publik di NTB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Lapangan aksi, Akbar Rasyid, mengatakan masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum atas dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Tahun Anggaran 2022, serta proyek rehabilitasi Dermaga Labuhan Haji yang kini tengah berproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. KPK harus membuktikan komitmennya sebagai lembaga independen yang berani menindak siapa pun tanpa pengecualian,” tegas Akbar dalam keterangannya di sela aksi.
Menurutnya, lambannya perkembangan penanganan perkara tersebut menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, khususnya apabila dugaan perkara melibatkan pejabat tinggi daerah.
Ia menilai kondisi itu berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum apabila tidak segera ditindaklanjuti secara terbuka dan akuntabel.
Konsorsium Aktivis NTB juga meminta seluruh pihak yang namanya disebut dalam proses hukum segera dipanggil dan diklarifikasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Aparat penegak hukum, khususnya KPK, tidak boleh bersikap pasif. Setiap indikasi dan fakta hukum yang berkembang harus ditindaklanjuti secara serius, terbuka, dan profesional,” lanjutnya.
Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bagian dari kontrol publik yang sah dalam negara demokrasi. Mereka mengaku akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga berjalan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Selain itu, Konsorsium Aktivis NTB memastikan akan terus menyuarakan tuntutan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga integritas pemerintahan serta supremasi hukum di Indonesia.
Dugaan Korupsi Lombok Timur Jadi Sorotan Publik
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan proyek rehabilitasi Dermaga Labuhan Haji sebelumnya menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar.
Aktivis menilai aparat penegak hukum harus menunjukkan keseriusan dalam mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa tebang pilih demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
- Aktivis NTB Demo KPK Desak Usut Dugaan Korupsi Sekda Lombok Timur - 06/05/2026
- Pembacokan Cengkareng Pelaku Ditangkap Polisi - 05/05/2026
- Kota Tua Jakarta Jadi Sumber Penghidupan Warga Lokal - 01/05/2026





















