Kendari- Sulawesi Tenggara – Dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan ayam tidak layak konsumsi.
Ketua Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra), Aksan Setiawan, meminta Kepala SPPG Regional Sultra segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap Kepala Satuan SPPG Watubangga agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut Aksan, program MBG pada dasarnya merupakan langkah positif pemerintah dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak sekolah. Namun, pelaksanaannya di lapangan harus diawasi secara ketat, terutama terkait kualitas bahan makanan yang disajikan kepada para siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Jika benar dugaan ayam tidak layak konsumsi disajikan kepada siswa hingga menyebabkan keracunan massal, maka harus ada evaluasi serius terhadap pihak yang bertanggung jawab,” tegas Aksan, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai pengawasan distribusi bahan makanan dan proses pengolahan harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak, kata dia, tidak boleh justru membahayakan kesehatan peserta didik.
Aksan juga mendesak pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG di wilayah Watubangga. Pemeriksaan itu meliputi standar kebersihan, kelayakan bahan pangan, hingga prosedur penyimpanan makanan agar dipastikan berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, GARPEM Sultra meminta Dinas Kesehatan bersama instansi terkait segera melakukan investigasi guna memastikan penyebab pasti keracunan yang dialami para siswa.
“Kami meminta Kepala SPPG Regional Sultra segera mengevaluasi Kepala Satuan SPPG Watubangga sebelum kejadian ini menimbulkan korban lebih banyak. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para siswa yang mengalami gejala keracunan. Sementara itu, sejumlah orang tua berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
- GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika - 28/05/2026
- GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika - 28/05/2026
- Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan - 27/05/2026






















